
Orbit news || Gresik. Wali murid mengaku diwajibkan untuk membeli atribut sekolah seharga 500 ribu untuk siswa laki laki, 550 ribu untuk siswa perempiuan.
Dengan pembelian atribut sekolah terbagi menjadi 2 laki dan perempuan siswa laki-laki 132 x Rp. 500,000= Rp. 66.000.000 juta, siswi perempuan 122 x Rp. 550.000 = Rp 67. 100.000 juta jadi keseluruhan dari siswa-siswi kelas 7 A/I SMPN 20 Gresik, Rp 66.000.000+ Rp 67.100.000 = Rp. 133.100.000 juta untuk kewajiban wali murid dengan jumlah keseluruhan siswa-siswi dan ada sebagian ada yang uda mengasur atribut.
Wali murid yang tidak mau disebutkan namanya Saat di konfirmasi wartawan memberi klarikasi untuk pembelian atribut ini pihak sekolah tidak mau memberikan rincian harga yang di koordinasi oleh pihak guru berisial ” T ” dan ” E “, L juga menyertakan nomer rekening untuk mempermuda pembayaran ansuran beli atribut, serta pengurus kopsis, dan mengaku takut viral karena ada LSM disekitaran sekolah *ungkap nya*
Saat di konfirmasi dari berbagai awak media ada salah satu LSM langsung byphon kesalah satu awak media dengan alasan anaknya sekolah di SMPN 20 Gresik.
Lanjut” dalil lihat saya inisial ” N ” Jangan di ganggu akan saya kasih data dari sekolahan lain yang lebih besar” Pokonya jangan di ganggu dengan barter data dari satu ke sekolah lainnya”. Jelasnya

Kepada sekolah dengan menghadirkan saksi 2 siswa dan 1pengurus koperasi yang sangat ketakutan yang uda di doktrin oleh pihak sekolah.
Melihat dari semua data mengapa kepala sekolah tidak langsung byphon/konfimasu ke teman media pinjam tangan.
Uda terlihat kesalahan dari pihak sekolah benar adanya jual beli atribut siswa-siswi ke wali murid dengan nominal yang uda di tetapkan dari beberapa item atribut.
Miris nya lagi menurut keterangan wali murid mendapatkan informasi dari anak nya bahwasanya waktu melaksanakan upacara bendera , ada 3 murid yang tidak memakai atribut dihukum serta ijasah lulusan sekarang belom di kasihkan oleh pihak sekolah.ujar wali murid.
Karna takut anaknya tidak bisa belajar dengan baik dan fokus belajar di sekolahan karna ada tekanan dengan dalil wajib beli.
Karna wali murid juga terbebani dengan pengadaan atribut sekolah dan tidak ada transparansi dari pihak sekolah berapa aitem yang di berikan.
Dimana pengaadaan atribut itu sendiri dari kopsis sekolah jadi para wali murid nunggu himbauan, adanya antribut yang ada sekarang dan sebagaian uda mengangsur.jelasnya. tim
