Aksi Jilid 4 GMNI Malang Desak PJs Walikota Malang Usut Tuntas Tragedi Kanjuruhan

kabar Malang

Malang kab,orbitnews

Dewan Pimpinan Cabang
Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia Malang Melakukan Aksi JILID 4 Di Balai Kota Malang 27/10/23

Sejumlah Mahasiswa yang Tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia GMNI Cabang Malang kembali melakukan aksi jilid 4 Guna menuntut keadilan Atas Tragedi kanjuruhan malang.

Sejumlah Mahasiswa mendesak pemerintah Republik Indonesia, PJS WaliKota Malang, serta seluruh elemen Pemkot Malang Segera mengusut tuntas Tragedi kanjuruhan malang seadil-adilnya dengan memberikan hukuman seberat-beratnya kepada pelaku.

Ketua Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia Malang Stanis Laus Asa Umbu Sogara “Menegaskan bahwa sampai hari ini Pemerintah Republik Indonesia Dan Pemkot Malang belum berpihak kepada korban, masih berpihak kepada pelaku.

Seharunya Dari korban 135 orang yang tewas keluarga korban mendapatkan keadilan yang paling adil dengan memberikan hukuman seberat-beratnya kepada pelaku Atas kelalaian dalam menjalankan tugas Dan tanggung jawabnya.

Semakin hari semakin jelas bahwa pemerintah tidak Mau bertanggung jawab atas hilangnya nyawa 135 Orang sehingga terlebih khusus Pemkot Malang tidak Mau mengawal secara masif Tragedi kanjuruhan Malang tegas Stanis”

Apapun poin tuntutan dalam aksi tersebut diantaranya :

1 Mendesak Presiden Jokowi usut tuntas Tragedi kanjuruhan Malang

  1. Mendesak PJS Wali kota Malang Untuk mengusut tuntas Tragedi kanjuruhan Malang
  2. Mendesak Polri bertanggung jawab atas Tragedi kanjuruhan Malang
  3. Hentikan Renovasi Stadion Kanjuruhan Malang

Topan

Usai Deklarasi,Ketua DPC GANN Malang Raya Dwi Indrotitto Cahyo S,H. Siap Perangi Narkoba Di Wilayah Malang

Malang,mediasiberorbitnews.

Usai deklarasi Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Generasi Anti Narkotika Nasional (GANN) Malang Raya yang diselenggarakan di Gedung Sasana Krida Budaya Universitas Negeri Malang, Kamis (12/10/2023),

Ketua DPC GANN Malang Raya berjanji siap perangi peredaran narkoba di wilayah Malang Raya.

Hadir dalam deklarasi DPC GANN Malang Raya antara lain jajaran Forkopimda Malang Raya, FKUB Malang Raya, Ketua Umum GANN Fakhruddin Sanghaji Bima, Ketua DPD GANN Jawa Timur Linasrillah Nurus Subhi (Gus Anas), Dansatpom Lanud Abd Saleh Letkol Pom Budi Utomo, Ormas Pemuda Pancasila, dan LSM di Malang Raya.

Dalam sambutannya Ketua Umum DPP GANN Fakhruddin Sanghaji Bima menyebutkan bahwa DPC GANN Malang Raya bukan milik pengurus, tetapi adalah milik warga Malang Raya.

“Kedepannya harapan saya, setelah deklarasi ini, jadikan warga Malang Raya sebagai GANN, setiap pintu jadikan satu warga sebagai anggota GANN. Sehingga menjadikan masyarakat Malang Raya bersinar tanpa narkoba.” ujarnya.

Lebih lanjut, Fakhruddin Sanghaji juga menjelaskan awal mula terbentuknya GANN hingga sekarang sudah berdiri diseluruh pelosok Indonesia.

“Awal mula GANN terbentuk, berawal dari rasa keprihatinan saya sendiri terhadap nasib anak bangsa. Yang jelas saya harapannya kita masyarakat Indonesia sendiri bagaimana kepedulian kita dalam melindungi generasi masa depan dari bahaya Narkotika. Hingga saat ini diseluruh provinsi sudah terbentuk pengurus. Mulai dari Sabang sampai Papua Barat.” jelasnya.

Sementara itu, Ketua DPC GANN Malang Raya Dwi Indrotito Cahyono, S.H menegaskan bahwa GANN Malang Raya akan berjuang dalam memberantas peredaran narkotika di seluruh pelosok wilayah Malang Raya.

“Tujuan yang utama kita ialah perang untuk melawan narkoba. Kita melakukan sosialisasi anti narkoba diseluruh Malang Raya.” tandasnya.

Dengan dideklarasikannya DPC GANN Malang Raya, maka program-program DPC GANN akan segera dijalankan. Terdekat akan dibentuk Pengurus Anak Cabang (PAC), dan dilakukan diklat terhadap para petugas penyuluh anti narkoba yang akan bertugas untuk bersosialisasi anti narkoba di sekolah, institusi, kelompok pengajian hingga komunitas terkecil.

“Kita akan segera bentuk PAC, sudah terbentuk 18 PAC dari 41 PAC di Malang Raya. Jadi target kita seluruh PAC harus terpenuhi, DPC GANN Malang Raya harus menyebar dan segera melakukan sosialisasi anti narkoba sampai pelosok-pelosok.” ungkap Tito panggilan akrabnya.

Lebih lanjut, Tito juga mengatakan bahwa di Malang Raya peredaran narkoba sudah mengkhawatirkan dan harus segera diperangi untuk menjaga generasi muda penerus masa depan.

“Kita tidak bisa mengukur, yang jelas kita harus beranggapan ini sudah darurat narkoba di Malang Raya. Jadi kita antisipasinya harus siap memerangi narkoba di Malang Raya. Intinya itu.” pungkasnya.

Rangkaian acara deklarasi dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, Kirab Pataka, sambutan dari Forkopimda, serta dilanjutkan pengukuhan pengurus DPC GANN Malang Raya dan ditutup dengan hiburan tari-tarian tradisional.

Jurnalist :Topan

Editor :Mashuri

GMNI Malang Desak PJS Walikota Malang Segera Tuntaskan Tragedi Kanjuruhan

Malang ,mediasiberorbitnews. Dewan Pimpinan Cabang
Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia Malang Melakukan Aksi JILID III Di Balai Kota Malang 04/10/23

Puluhan Mahasiswa yang Tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia GMNI Cabang Malang melakukan aksi guna menuntut keadilan Atas Tragedi kanjuruhan malang. Puluhan Mahasiswa mendesak PJS WaliKota Malang serta seluruh elemen Pemkot Malang Segera mengusut tuntas Tragedi kanjuruhan malang seadil-adilnya dengan memberikan hukuman seberat-beratnya kepada pelaku.

Dalam aksi damai yang digelar GmnI Cabang Malang pada 4 Oktober 2023 yang dimana adalah aksi Lanjutan dari aksi sebelumnya, namun aksi tersebut berujung kekecawaan yg membekas dalam tumbuh GmnI Malang dikarenakan aksi penyampaian aspirasi mereka di sepelakan Pemerintah Kota Malang terbukti Saat digelarkan aksi penyampaian aspirasi oleh Mahasiswa GmnI Malang, beberapa Oknum Polisi yang bertugas mengamankan dilokasi berusaha menghalang-halangi Mahasiswa dalam menyampaikan aspirasi rakyat.

Bahkan mereka membuka music dengan Suara yang keras sehingga Suara aspirasi yang di sampaikan oleh Mahasiswa melalui toa (pengeras suara) tidak terdengarkan Dan juga aksi tersebut sempat mendapatkan ancaman dari pihak Polisi. Dilokasi penggelaran aksi sempat terjadi adu argumen antara Polisi Dan Mahasiswa Padahal dalam aksi tersebut tidak ada perusakan fasilitas umum
Seharunya tugas Polisi adalah melindungi, menjaga dan mengayomi Serta mengawal massa yang berdemonstrasi bukan menghalang-halangi. Apalagi ini mengenai kasus hilangnya keadilan bagi korban.

Ketua Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia Malang Stanis Laus Asa Umbu Sogara “Menegaskan bahwa Putusan Hakim Dan putusan MA belum berpihak kepada korban masih berpihak kepada pelaku, Seharunya Dari korban 135 orang yang tewas keluarga korban mendapatkan keadilan yang paling adil dengan memberikan hukuman seberat-beratnya kepada pelaku Atas kelalaian dalam menjalankan tugas Dan tanggung jawabnya.

Dari keputusan Hakim Dan putusan MA dapat kita menilai bahwa hukum Di Indonesia selalu menindas Masyarakat kecil Dan Semakin hari semakin jelas bahwa pemerintah tidak Mau bertanggung jawab atas hilangnya nyawa 135 Orang sehingga terlebih khusus Pemkot Malang tidak Mau mengawal secara masif Tragedi kanjuruhan Malang tegas Stanis”

Lanjut Stanis Tanggal 1 Oktober 2023 Kemarin telah genap satu tahun Tragedi Kanjuruhan Malang, selama satu tahun pula keadilan terus di perjuangkan oleh keluarga korban tetapi sampai hari ini Belum mendapatkan keadilan itu. Melihat kondisi tersebut GMNI Malang melakukan aksi jilid III Untuk mendesak PJS WaliKota Malang serta seluruh elemen Pemkot Malang Segera mengusut tuntas Tragedi Kanjuruhan Malang.
Apapun poin tuntutan dalam aksi tersebut diantaranya :

1 Mendesak Presiden Jokowidodo usut tuntas Tragedi kanjuruhan Malang

  1. Mendesak PJS Walikota Malang Untuk mengusut tuntas Tragedi kanjuruhan Malang
  2. Mendesak Polri bertanggung jawab atas Tragedi kanjuruhan Malang
  3. Hentikan Renovasi Stadion Kanjuruhan Malang

Red

Pakar Hukum Agraria Menilai SHGB Graha Wismilak Surabaya Cacat

Pakar Hukum Agraria Menilai SHGB Graha Wismilak Cacat.

SURABAYA.Orbitnews.

Gedung Polisi Istimewa merupakan gedung bersejarah dimana empat hari setelah diproklamisikan kemerdekaan Republik Indonesia, Polisi Istimewa saat itu juga memproklamisakannya menjadi Polri Republik Indonesia ( 21 Agustus 1945 ).

Para Polisi Istimewa itu sebelumnya tergabung dalam kesatuan bentukan Jepang, Tokubetsu Keisaeuttai dan kemudian lepas menjadi Polisi Republik Indonesia.

Pembacaan proklamasi Polri itu dipimpin oleh Inspektur Polisi M Yasin tepat di depan Gedung Polisi Istimewa, yang sekarang dikenal sebagai Graha Wismilak yang saat ini sedang sengketa.

Terkait persoalan Gedung Graha Wismilak itu, Pakar hukum agraria, Dr. Agus Sekarmadji, S.H., M.Hum mengatakan bahwa Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB) bekas konversi hak Barat, seperti Graha Wismilak memiliki masa berlaku selama 20 tahun.

Dr. Agus Sekarmadji, S.H., M.Hum. mennjelaskan bahwa jika masa berlaku selama 20 tahun itu berakhir, maka tanah tersebut sudah menjadi tanah negara. Artinya, tidak ada yang memiliki hak atas tanah tersebut.

Maka, terang Dr. Agus Sekarmadji yang dapat diberikan hak berikutnya adalah bekas pemegang HGB yang memenuhi syarat dan secara nyata menguasai dan mengusahakan tanah/bangunan tersebut.

“Itu berdasarkan Kepres 32 Tahun 79,” kata Agus seperti dikutip darii Harian Disway, Selasa (22/8).

Foto :gedung wismilak

Dosen Hukum Universitas Airlangga (Unair) itu juga menyatakan jika pemilik hak sebelumnya tidak memenuhi syarat, maka tidak berhak untuk kembali diberikan hak baru atas atas tanah dan bangunannya.

Dalam kasus Graha Wismilak, Pakar hukum Agraria itu juga menerangkan bahwa sejak tahun 1980 tanah di Jalan dr. Soetomo nomor 27 tersebut sudah menjadi tanah negara.

“Saat itu dipakai oleh Polri sebagai kantor Polres Surabaya Selatan,”kata Agus.

Karena saat itu pihak kepolisian yang menguasai tanah, maka kata Agus untuk pengajuan SKHGB harus melalui persetujuan kepolisian.

“Sedangkan menurut Polisi surat persetujuan tersebut tidak ada,” papar Agus.

Disitulah kata Agus bahwa Surat Keputusan Hak Guna Bangunan (SKHGB) Graha Wismilak dianggap cacat.

Oleh karena cacat itulah, maka pejabat yang sekarang (Kakanwil BPN Jatim) bisa langsung mencabut SKHGB dan SHGB Graha Wismilak.

Lebih detail, Agus menerangkan, pembatalan SHGB tanpa menunggu putusan pengadilan ataupun keputusan BPN Pusat, akan tetap sah untuk dilakukan.

“Karena kecacatan administrasi itu juga telah diakui oleh pejabat yang sekarang,”jelasnya.

Namun kata Agus jika memang Kanwil BPN Jatim harus mentaati Peraturan Pemerintah nomor 18 Tahun 2021, Polisi harus melakukan upaya hukum.

“Jika memang BPN tidak bisa membatalkan, satu-satunya jalan harus ke PTUN,” ungkap Agus.

Diberitakan sebelumnya, Senin, 21 Agustus 2023, Kakanwil BPN Jatim, Jonahar, meyakinkan ada cacat administrasi, pada SHGB nomor 648 dan 649.

Ia juga optimis kalau cagar budaya Graha Wismilak akan kembali ke tangan Polda Jatim.

Ada tiga hal yang membuatnya sangat yakin, yaitu tidak lazim gedung yang sedang dipakai Polri kemudian ada yang melakukan permohonan Hak Guna Bangunan (HGB).

“Apalagi itu dari perseorangan,” ucap Jonahar di depan Kapolda Jatim dan 39 Kapolres jajaran.

Kemudian, lanjut Jonahar, antara bangunan yang dimohon dan yang tertera di SK tidak sinkron. Maksudnya, penerbitan SK tersebut tidak sesuai lokasi atau tempatnya.

Yang ketiga, Kakanwil BPN Jatim mengungkapkan bahwa seluruh dokumen dan permohonan, tidak ada registernya di kanwil.

“Ini artinya, permohonan tersebut tidak tercatat atau teregister,” pungkas Kakanwil BPN Jatim, Jonahar. ( Topan/red)

SMPN 1 Tumpang Gelar Karnaval Untuk Memperingati H.U.T Republik Indonesia Ke-78

Malang kabupaten, Orbitnews
Peringati ulang tahun republik indonesia yang ke 78 tahun Siswa SMPN 1Tumpang kabupaten malang mengelar pesta karnaval dengan tema Pemersatuan Nusantara Di Bawah Panji-Panji Majapahit.

Ratusan siswa SMPN 1 dengan antusias mengikuti karnaval,mereka mengenakan pakaian adat dari berbagai suku di Nusantara.

Diiringi sound musik adat daerah,mereka berbaris rapi dan kompak berjalan mengibaskan kain bermotif khas berbagai suku.

Ratusan siswa karnaval start di makam para pahlawan barat di kebon sari tumpang,lalu bergerak ke sekolah SMPN 1 Tumpang.

Warga sekitar sangat antusias dan takjub melihat adik-adik sekolah yang cantik-cantik memakai pakaian adat berbagai suku,adat jl
selain pake baju adat daerah,kepala sekolah, guru dan ketua juga ikut andil di bagian karnaval tersebut.

Semua siswa mengenakan pakaian adat daerah, seperti Jawa,Sunda,Madura,Aceh,Sumatera Utara, Sulawesi Selatan,Bali,Papua,pokok nya semua pakaian adat Indonesia,tutur wakil kepala sekolah SMPN 1 Tumpang, Rubiantono S.pd,M.pd.

Mochamad Istidelan selaku sutradara pertunjukan,dan Nani Nurcahyani S.pd selaku penanggung jawab acara tersebut mengatakan, tema karnaval ini berkisah tentang Patih gajah Mada mempersatukan Nusantara di bawah panji panji Majapahit.

Kepala sekolah SMPN 1 Tumpang kabupaten malang Suntoro S,pd,M.s,i.M.pd sangat mengapresiasi dan mendukung karnaval seperti ini,dan berharap semoga siswa siswi senang dengan karnaval ini dan bisa mengambil makna dari tema perjuangan kemerdekaan.

karnaval ini mengingatkan semua pihak untuk mengenang jasa-jasa para pahlawan kita yang berjuang melawan penjajah demi meraih kemerdekaan.

”Saya mengajak seluruh elemen masyarakat atau wali murid agar memperkuat karakter kompetitif dan inovatif agar kegiatan seperti ini bisa dilestarikan.

Jurnalis. : Topan

Momentum Polisi Istimewa,Kapolda Tegaskan Gedung Wismilak Aset Negara

SURABAYA. Orbitnews.blog Usai menyaksikan teatrikal dari Komunitas pemerhati sejarah Rooderburg dan Surabaya juang, Kapolda Jatim, Irjen Pol Dr Toni Harmanto,M.H bersama Kakanwil BPN Jatim, Jonahar menjelaskan status kepemilikan Gedung Wismilak di depan awak media.

Kapolda Jatim menyebut, even hari ini adalah momen bersejarah dimana pada 21 Agustus atau 78 tahun yang lalu Jenderal Yasin memproklamirkan bahwa Polisi Istimewa Surabaya menjadi Polisi Republik Indonesia.

“Dan di tanggal yang sama yaitu 21 Agustus atau 78 tahun yang lalu beliau ( Jenderal Yasin ) merebut senjata senjata dari tentara jepang di tempat ini,”kata Irjen Toni, Senin (21/8).

Menurut Kapolda Jatim, Teatrikal tersebut menggambarkan perebutan markas polisi yang saat itu diduduki oleh Jepang pasca pengumuman Kemerdekaan Republik Indonesia.

“Kegiatan kita di tempat ini sekaligus mengingatkan pada jajaran kepolisian generasi muda, bahwa tempat ini adalah tempat yang bersejarah,”ungkap Irjen Toni.

Ia mengatakan seluruh anak bangsa harus tahu ada sejarah berdirinya Polisi Istimewa kemudian menjadi Polisi Republik Indonesia di tempat tersebut ( Gedung Wismilak ).

“Jadi teman – teman sudah mendengar apa yang disampaikan pak Kakanwil dan kami sendiri,” jelas Irjen Pol Toni Harmanto di hadapain awak media.

Terkait proses peralihan, kata Irjen Toni fakta yang didapat dalam proses penyidikan, diketahui aset itu sudah terdaftar dalam daftar inventaris aset kode Jawa Timur.

“Sehingga proses peralihan harus seizin Kementerian Keuangan, dan ini tidak ada,”tegas Irjen Toni.

Pasa saat kantor Polisi ini berada, kata Irjen Toni ada aktivitas kantor Polisi, muncul surat surat administrasi tanah yang memang harusnya dikonfirmasi secara fisik oleh yang menghuni disini.

Lebih jauh dijelaskan, memang bukan kebetulan, memang sudah dirancang bahwa SHGB ini tidak memiliki warkah.

Beberapa penegasan dari proses yang harusnya izin dari Kementerian Keuangan dan warkahnya sendiri, termasuk obyek ukur dari surat sertifikat tanah yang sebetulnya tidak berada di tempat tersebut, namun berada di Jalan Darmo 63-65.

“Sebetulnya obyek itu bukan disini, tapi ada disana. Tapi sertifikat itu prosesnya tetap diterbitkan dan Kita memastikan ada langkah-langkah dari kita, memastikan proses administrasi ini semua tidak benar,” tegas Kapolda.

Terkait 8 aset yang diambil alih Polda Jatim, Kakanwil menyampaikan ada gedung Pam Obvit.

“Tapi kita bisa buktikan bahwa proses itu semua tidak benar, akhirnya aset itu sudah kembali kepada kita. Termasuk ada juga di beberapa Polres yang lain. Secara teknis bisa bertanya di Logistik Polda Jatim,” ungkapnya.

Kapolda Jatim juga menyampaikan terimakasih kepada Masyarakat dan media yang tahu bahwa Gedung wismilak adalah tempat bersejarah buat kepolisian.

“Kita berterima kasih kepada semua pihak yang mendukung dan menyemangati kita dalam mengembalikan aset kita jajaran Polda Jatim. Dan ini akan menjadi langkah besar kita untuk mengembalikan aset-aset yang lain, kita sudah petakan di Jatim aset-aset kita yang juga seperti ini,”kata Irjen Toni.

Sementara itu, Jonahar, Kakanwil Jatim, menjelaskan, Pam Obvit, BPN dan Kepolisian kalah.

“Tapi kerja keras saya dengan Pak Kapolda akhirnya sudah kembali dan sertifikat hak pakai atas nama Kepolisian Republik Indonesia. Mudah-mudahan ini juga seperti itu,”ujarnya.

Ia mengatakan Gedung Wismilak sudah disampaikan cacatnya dan sudah diusulkan ke pusat.

Tetapi menurut Johanar ada kendala di peraturan pemerintah No 18 tahun 2021, karena sudah lebih dari 5 tahun maka belum bisa dibatalkan.

“Nantinya baru kita cari solusinya dengan kementerian,” pungkas Johanar.( Mashuri)

Berdalih Kearifan Lokal,Camat Pakal Tidak Faham Perda

ORBIT News//Surabaya, – Semakin merebaknya warung – warung penjual minuman keras (Miras) disertai dengan adanya perempuan pemandu lagu di area wisata Jurang Kuping Surabaya, diduga terjadi karena kurang tegasnya aparat yang ada di wilayah Kecamatan Pakal.

Selain kurang tegasnya aparat setempat, dilansir dari berbagai sumber, kuat dugaan warung – warung tersebut tidak memiliki ijin, namun tetap bebas beroperasi karena adanya beking.

Wisata Jurang Kuping sendiri sudah bermetamorfosa, dari tempat wisata untuk memancing berubah menjadi tempat wisata bagi kaum pemabuk yang ditemani oleh kaum hawa dengan dalih melepaskan penat.

Sungguh sangat ironis sekali, selain berada di tempat wisata, warung – warung penjual miras dan menyediakan perempuan pemandu lagu tersebut, sangat dengan dilingkungan masyarakat. Tentunya, kegiatan mereka, dapat meluluh lantakkan cara berpikir generasi muda di area tersebut.

Camat Pakal, Deddy Sjahrial Kusuma terkesan bingung saat dikonfirmasi terkait maraknya warung – warung penjual miras yang menyediakan perempuan pemandu lagu di Wisata Jurang Kuping.

“Razia, untuk razia kami harus persiapkan dulu mas. Karena itukan, akan dijadikan wahana. Jadi harus disosialisasikan dulu. Saya sendiri disini (Kecamatan Pakal) baru 6 bulan. Jadi butuh dilakukan sosialisasi, pendekatan dan ketemu dengan pihak – pihak disana. Kita sudah ada perencanaan untuk dijadikan tempat wahan dan taman safari sekaligus,” ucapnya.

Namun sayang, dari pembicaraan atau konfirmasi dengan Camat Pakal, beliau seolah – olah enggan untuk melakukan tindakan tegas terhadap warung – warung maksiat tersebut dengan alibi kearifan lokal yang ada di Wisata Jurang Kuping tersebut.

“Bukan razia ya. Lebih tepatnya kita lakukan sosialisasi. Kan harus ditata. Kearifan lokal disana harus kita teladani. Karena kearifan lokal disitu harus dijunjung tinggi. Disana, kan ada paguyubannya, jadi disosialisasikan,” pungkasnya.

Apa yang disampaikan oleh Camat Pakal, Deddy Sjahrial terkait kearifan lokal, tentunya sangat bertolak belakang dengan kearifan lokal Bangsa Indonesia. Dimana, kearifan lokal Bangsa Indonesia sangat menjungkung tinggi adat istiadat, etika dan menjaga norma masyarakat serta norma agama.

Apakah yang dimaksud dengan kearifan lokal Wisata Jurang Kuping yakni, menjadi tempat menenggak minuman keras disertai ditemani perempuan pemandu lagu. Sungguh sangat ironi, kearifan lokal yang seharusnya menjadikan manusia lebih baik, dijadikan tameng untuk berbuat maksiat.

Sakti,,,Sekda Gresik Gelontorkan Dana APBD Gresik Ratusan Juta Untuk Pemeliharaan Kantor KWG

ORBIT News//Gresik
Aji mumpung. Arti dari kosa kata tersebut menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) ialah pemanfaatan situasi dan kondisi untuk kepentingan diri sendiri selagi memegang jabatan yang memungkinkan adanya peluang untuk hal itu. Menurut Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat Front Pembela Suara Rakyat (LSM FPSR), Aris Gunawan, aji mumpung tersebut pantas disematkan kepada KWG. Namun, Aris tidak menyebutkan dengan detail apa kepanjangan dari akronim KWG.

“Yang pasti, KWG merupakan organisasi berlokasi di Kabupaten Gresik, dan dana pemeliharaan kantornya sekarang dianggarkan dari APBD Kabupaten Gresik tahun anggaran 2023,” jelas Aris Gunawan, saat ditanya oleh beberapa wartawan dalam acara coffee break, pada Minggu pagi (28/5/2023).

Dari penjelasan Aris Gunawan, bahwa pagu anggaran yang dialokasikan oleh Pemkab Gresik melalui Sekda Gresik untuk pemeliharaan kantor KWG sebesar Rp 185.000.000. Dari nilai anggaran tersebut, saat kontrak, turun menjadi Rp.184.999.999.

Pelaksana pekerjaan pemeliharaan kantor KWG tersebut ialah CV GM, yang beramat kantor di Jalan Ikan Kerapu Timur V no. 14 BP. Kulon, Kabupaten Gresik. Aris menyebutkan, Direktur CV GM ialah Quffal, asal Dusun Batu Sendi, Desa Sidogedungbatu, Kecamatan Sangkapura, Pulau Bawean, Kabupaten Gresik.

“CV GM didirikan pada 7 Juni 2017 berdasarkan akta pendiriannya oleh notaris Roma Panjaitan, SH. Pekerjaan pemeliharaan kantor KWG itu melalui pengadaan langsung pada 10 Mei 2023. Ada 2 badan usaha yang ikut serta, satunya lagi ialah CV RJ. Namun yang ditunjuk untuk mengerjakan ialah CV GM,” jelas Aris.

Aris menduga, ada persekongkolan dalam proses pelaksaaan pekerjaan pemeliharaan kantor KWG. Dugaan itu menguat saat LSM FPSR menemukan, alamat Direktur CV GM dan Direktur CV RJ, yaitu Halili, berada dalam satu kecamatan di Sangkapura, Pulau Bawean.

“Alamat Direktur CV RJ di Dusun Daun Timur, Desa Daun, Kecamatan Sangkapura. Dan alamat kantor CV RJ memakai alamat punya komanditer-nya, yaitu Herzul Manal. Alamat kantornya di jalan Jaksa Agung Suprapto 6-F/3 Kelurahan Sidokumpul, Kecamatan Gresik, Kabupaten Gresik,” kata Aris.

“Quffal selaku Direktur CV GM dan Halili selaku Direktur CV RJ, sama-sama berasal dari Kecamatan Sangkapura. Perusahaan keduanya ikut serta dalam proses pengadaan pemeliharaan kantor KWG, meski yang ditunjuk sebagai pelaksana ialah CV GM. Tapi kuat dugaan, ada persekongkolan. Untuk itu, kami harap Kejari Gresik atau Tipikor Gresik, jangan segan memproses hukum jika ditemukan pelanggaran hukum dalam pekerjaan ini. Semisal ada dugaan gratifikasi supaya bisa mendapatkan pekerjaan,” tegas Aris.

Aris heran tentang urgensi Pemkab Gresik untuk pemeliharaan kantor KWG. Padahal, kata Aris, masih hanyak sarana dan prasarana termasuk jalan dan gedung sekolah yang butuh perbaikan, dan sangat mendesak.

“Ini kok malah kantor KWG yang dapat alokasi anggaran pemeliharaan. Mana urgensinya?,” tanya Aris Heran.

Maka dari itu, Aria berharap Pemkab Gresik, baik Bupati Gresik atau paling tidak Humas Pemkab Gresik bisa menjelaskan terkait itu. (Red)

Merasa Di Fitnah,Warga Dalean Gresik Akan Laporkan Mantan Kades Nya

ORBIT News//Gresik Suasana di Desa Guranganyar, Kecamantan Cerme, Kabupaten Gresik, belakangan ini kurang tenteram. Pasalnya, diduga karena upaya pembebasan yang dilakukan oleh mantan kades terhadap pelaku tawuran antar perguruan silat di wilayahnya setahun yang lalu,pada saat itu mantan Kades Guranganyar lah yang menskenario pengkondisian sampe di tetapkan harga yang tidak masuk akal di tarif ke keluarga tesangka.terkesan ada unsur pemerasan ke warga nya,hingga berujung pelaporan.

Akibat laporan tersebut, salah satu warga yang anaknya tersangkut kasus tawuran beberapa waktu lalu dipanggil oleh Polsek Cerme untuk dimintai keterangan lantaran dituduh melakukan penggelapan uang yang diminta oleh mantan Kades waktu pelepasan pelaku dulu.

Merasa tidak bersalah, AG, warga Dusun Dalean membalas tindakan mantan Kades Guranganyar ini juga dengan pengaduan ke Polres Gresik, Senin (17/4/2023) namun pengaduan tersebut ditolak oleh Unit Satreskrim Polres Gresik, tidak diketahui alasan mengenai ditolaknya pelaporan tersebut, namun pihak AG berencana akan melakukan pelaporan ke Polda Jatim.

“Kita akan ke Polda, meski Satreskrim polres Gresik menolak laporan, kita akan ke Polda,” ungkap AG saat ditemui awak media.

AG menceritakan awal persoalan aksi saling lapor tersebut karena perkara AG yang meminta kwitansi untuk pembayaran uang sebesar Rp.30 juta yang ditalangi mantan Kades saat melakukan pembebasan anaknya di kasus tawuran dulu.  

“Begini mas, awalnya saya bayar hutang terus saya minta kuitansi, agar tidak lupa d kemudian hari nya,pada tanggal  2 bulan April 2023 sekitar pukul 3 sore, eh kok malah ada surat panggilan di polsek cerme.” jelasnya.

Keluarga AG pun kaget karena didalam surat panggilan tersebut, adanya dugaan tindak pidana penggelapan terhadap uang sebesar Rp 30.500.00 sebagai mana di maksud dalam pasal 372 KUHP.

AG menambahkan, sebelum adanya surat panggilan dari Polsek Cerme, mantan Kades Gurangnyar melontarkan kata-kata pedas kepada Dirinya, 

“buat apa minta kwitansi cak, apa pean punya niat lapor ta kok pakai kuitansi,” ketus mantan Kades. 

Tidak berselang lama, istri dari mantan Kades pun ikut bicara dengan nada tinggi seakan menantang AG, “pean lapor cak  pean golek oh pengacara seng larang pisan tak jagani duwit nok kamar 300jt lek kurang tak dolno tanah lak wes cukup,” ketus Mantan kades.

AG mengaku mendapat surat panggilan pada tanggal 02 April 2023. 

“Kurang lebih pukul 21:00 wib saya mendapatkan surat pangilan dari polsek cerme , terus senin tanggal 3 april saya dan dengan saudara saya datang lagi ketempat mantan Kades Gurangnyar untuk membayar atau niat untuk melunasi asal di kasih  surat kuitansi tanda pelunasan, agar saudara saya  mau meminjami kekurangan uangnya,” pungkas AG.

Red

Puluhan Wartawan Dan Ketum Barracuda Jalin Silaturahmi Dan Berbuka Puasa Dan Berbagi Ilmu

ORBIT News// MOJOKERTO Ketua umum Hadi Purwanto ST, SH Lembaga kajian Hukum dan Kebijakan Publik Barracuda Indonesia mengeluarkan surat terbuka dengan Nomor: 253/BRI/HKM/lV/2023, tertanggal 4 April 2023. Surat terbuka itu kemungkinan dugaan KKN pembelanjaan dana BOS yang terjadi di sekolah Paud, SD dan SMP se-Kabupaten Mojokerto dibawah naungan Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto.

Surat pembatalan Audiensi dengan Bupati Mojokerto ditandatangani dan disampaikan langsung oleh Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Kajian Hukum (LKH) dan Kebijakan Publik Baracuda Indonesia Hadi Purwanto ST, SH pada acara buka puasa bersama di kantor Barracuda jalan Banjarsari, desa Kedunglengkong, kecamatan Dlanggu, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Rabu (5/4/23) sore.

Adapun alasan pembatalan kegiatan audensi tersebut adalah sebagai berikut : a. Demi menjaga rasa persatuan dan kesatuan, kerinduan dan ketentraman masyarakat Kabupaten Mojokerto; B. Demi menjaga hubungan antara organisasi Pemuda Pancasila Kabupaten Mojokerto dan Barracuda Indonesia yang selama ini berjalan dengan baik; C. Demi menghindari terjadinya potensi “Konflik Sosial” yang kemungkinan besar terjadi karena ulah pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab yang dengan sengaja ingin memprotes, menyebarkan kebencian dan kebencian dengan membenturkan organisasi Pemuda Pancasila Kabupaten Mojokerto dan Barracuda Indonesia; D. Demi memberikan kesempatan kepada saudara Kami yaitu organisasi Pemuda Pancasila Kabupaten Mojokerto untuk menyampaikan aspirasi dan pernyataan sikap demi kebaikan dan kemajuan Kabupaten Mojokerto.

Inti dari surat terbuka Barracuda Indonesia masih tetap menuntut Bupati memberikan arahan serta teguran atau sanksi Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto Ludfi ​​Ariyono AP, S.Sos, M.Si agar tidak terjadi lagi upaya mereset Email atau akun Kepala Sekolah SD dan SMP terkait pembelanjaan dana BOS ataupun perbuatan-perbuatan yang sangat merugikan dunia pendidikan.

Namun sayangnya, Ludfi ​​Ariyono selaku Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto malah membenturkan Barracuda dengan ormas Pemuda Pancasila Kabupaten Mojokerto. Hal itu terbukti dengan adanya unras di tempat, jam dan hari yang sama dengan rencana audiensi kami yang telah menjadwalkan terlebih dahulu,” ungkap Hadi Gerung sapaan akrabnya, Rabu (5/4/23).

Menurut Hadi, setelah mereset Email atau akun Kepala Sekolah berakibat Kepala Sekolah tidak bisa login dan harus mendatangi kantor Dispendik Kabupaten Mojokerto. Selanjutnya dilakukan pengarahan dan pengaturan untuk memilih rekanan tertentu untuk membelanjakan dana BOS.

“Dugaan KKN yang dilakukan oknum Dispendik Kabupaten Mojokerto yang menjadi atensi Barracuda,” jelas Hadi Gerung.

Tuntutan kedua agar menonjobkan dan memberikan sanksi tegas kepada Mujiati selaku Kepala Bidang Pendidikan Dasar di dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto karena selama masa kepemimpinannya kerap kali terjadi perkara mulai dari buku LKS, seragam sekolah maupun sekarang ini dan Inspektorat Kabupaten Mojokerto untuk menilainya.

“Dan yang ketiga Rabitha Islamy sebagai operator juga harus diberikan sanksi yang tegas,” tegas Hadi Gerung.

Di samping atas saran dan masukan dari Polres Mojokerto, Polres Mojokerto Kota dan Kepala Bakesbangpol Kabupaten Mojokerto.

“Kami lebih mengendapkan dialog, makanya kami meminta untuk audiensi bukan mengerahkan massa dalam melakukan kontrol kebijakan pemerintah, sekali lagi saya tegaskan, Barracuda bukannya tidak berani dengan Pemuda Pancasila, kami hanya takut kepada Allah. Kami merupakan lembaga yang santun dan bermartabat yang menghormati saran-saran dari Kepolisian maupun Bakesbangpol Kabupaten Mojokerto untuk membatalkan audiensi agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” Pungkas Hadi Gerung.(Lut)

Indahnya Berbagi Di Bulan Suci,Redakasi Media Metroposnews.id Bagi-Bagi Takjil

ORBIT News//.Surabaya, – Bulan suci ramadhan merupakan bulan yang penuh dengan kerahmatan. Seluruh umat muslim didunia, salah satunya di Indonesia, berlomba – lomba memupuk kebaikan agar mendapatkan rahmat dan safaat dari Allah SWT.

Seperti yang dilakukan oleh personel media Metroposnews.id dengan membagikan takjil kepada pengendara yang masih berada di jalan, terutama yang melintas dijalan Kalianak Surabaya, tepatnya di depan Polsek Krembangan.

Sutamtomo selaku Pemimpin Redaksi (Pemred) media Metroposnews.id melalui wakilnya, Syamsul Arifin menyampaikan pembagian takjil tersebut memang sudah lama direncanakan untuk mengisi bulan ramadhan.

“Alhamdulillah, akhirnya acara yang sudah kita rencanakan, dapat terlaksana dengan aman, lancar dan kondusif. Apa yang kita bagikan memang tidak seberapa. Hanya untuk membatalkan pengendara yang hendak berbuka puasa,” jelasnya.

Gud – Gud atau Ogud sapaan lekat Syamsul Arifin sangat bersyukur, dimana, medianya dapat sedikit membantu masyarakat yang tengah berpuasa di bulan rramadhan. Ia berharap, kegiatan semacam ini, dapat terus dilaksanakan dikemudian hari.

“Tidak hanya di bulan ramadhan saja. Semua kita semua dapat bermanfaat bagi orang lain disetiap waktu. Dan semoga apa yang kami berikan kali ini, dapat berkenan bagi yang menerimanya,” ungkapnya.

“Saya pribadi ataupun pimpinan, selalu memberikan wejangan /nasehat kepada rekan – rekan yang lain agar selalu bermanfaat bagi masyarakat. Selain kegiatan berbagi takjil ini, kita juga memberikan santunan kepada anak yatim piatu dan kaum dhuafa,” pungkasnya. (Redaksi)

Buka puasa di YELLO HOTEL JEMURSARI Surabaya Dapat banyak Hadiah

Orbit News. || Surabaya, 28 Maret 2023 – Mendengar Kata Buka Puasa Bersama, sudah pasti langsung membayangkan banyak menu makanan yang bisa dinikmati mulai dari aneka Ta’jil, aneka minuman Es sampai kolak pisang. Nah, langsung datang ke Yello Hotel Jemurari maka semua itu bisa didapatkan dan dinikmati sepuasnya.

Kampoeng Ramadhan Vol. V, menyajikan berbagai macam kuliner khas Indonesia, mulai ta’jil khas Ramadhan yaitu Buah Kurma dan Kolak Pisang.

Disusul dengan minuman segar seperti Es Dawet dan Es Cincau untuk melegakan tenggorokan setelah seharian berpuasa Selain itu, sebelum sampai ke hidangan utama, ada Seblak dan Mie ayam yang juga tidak boleh dilewatkan.

“Dijamin Kenyang! Masih ada Nasi Kebuli dan Nasi Biryani dengan aroma rempah yang khas, kami sajikan melimpah di Wok n Tok restaurant” ujar Elgar Gumilang, Marcomm Manager YELLO Hotel Jemursari.

Penggunaan konsep buffet dinner dikombinasikan dengan food stall yang dilengkapi dengan live cooking akan menjadi salah satu daya tarik tersendiri bagi tamu.

Hanya dengan Rp 108.000 nett/pax, tamu yang datang tidak hanya mendapatkan menu buka Puasa yang beragam, juga akan dimeriahkan dengan Welcoming live acoustic yang menemani para tamu.

Ada juga berbagai doorprize yaitu Sepeda Listrik, Lemari Es, Hand Phone, LED TV dan Voucher Menginap yang diundi pada akhir periode Kampoeng Ramadhan Vol. V yaitu tanggal 20 April 2023. Manfaatkan juga promo Buy 10 get 1 berlaku setiap hari melalui reservasi langsung ke hotel.

“Di bulan ramadhan yang penuh berkah, kami ingin YELLO Hotel Jemursari memberikan sajian terbaik untuk para tamu dan pengunjung sehingga mereka dapat merasakan suasana ramadhan seperti di rumah. Dari situlah mengapa kami menyebutnya Kampoeng Ramadhan.

Beragam jenis makanan dan menu takjil kami hadirkan agar momen kebersamaan saat ramadhan menjadi spesial dan terus dikenang,” Ungkap Ita Tania General Manager YELLO Hotel Jemursari Surabaya.

Khusus member Ascott Star Rewards (ASR) dapatkan harga spesial hanya Rp 98.000 nett/pax, cukup dengan Sign-Up menjadi member ASR. Untuk informasi & reservasi Telp/WA ke 031-8431999
Ingin tahu lebih banyak mengenai YELLO Hotel Jemursari, silahkan klik www.discoverasr.com & follow @yellojemursari on social media!
***

YELLO HOTEL, hotel ekonomi berbintang 3 untuk travelers yang ramah teknologi dan selalu ingin GET WIRED! Saat ini ada 6 hotel beroperasi dan 10 hotel yang sedang dibangun  di Surabaya, Jakarta, Tangerang, Nusa Tenggara Timur, Yogyakarta, Bandung, Bali & Semarang. Untuk mengetahui lebih lanjut, check out www.discoverasr.com

CONTACT
Elgar Gumilang
Marketing Communication Manager
YELLO Hotel Jemursari  Surabaya
Email: dna-yello-jemursari@tauzia.com ( rud/red)

PT. MNJ di Demo Warga Metatu

Orbit news. || Gresik 16 Maret 2023
Ratusan warga Desa Metatu, Kecamatan Benjeng Kabupaten Gresik Meluruk gudang perusahaan yang berdomisili di wilayah mereka, unit gudang tersebut yakni gudang PT. Metatu Nusantara jaya. (MNJ), Selasa (14/3/2023).

Aksi ini dilatarbelakangi cekcok Penjaga Gudang dengan salah satu warga setempat yang di tuduh menjadi informan terkait perkara limbah perusahaan.

Dan limbah yang di muat oleh kontener juga banyak juga bercecer di jalan raya akses keluar masuk armada PT. Metatu Nusantara Jaya serta baunya sangat menyengat.

Selama ini seakan tak menghiraukan pengunan jalan lainnya dengan bau limbah yang berceceran di jalan raya Mentatu, Cerme, hingga bunder arah Duduk Lamongan,

Satu Hari bisa sampai 5 kali Armada yang keluar membawa limbah di kemas dalam kontener di Siang Hari antara jam 10 pagi hingga jam 2 siang dengan jeda waktu.

Aksi ini dilaksanakan oleh warga Metatu gara-gara limbah yang alirannya menuju ke Utara, lha warga itu di tuduh yang memberikan informasi terkait limbah itu lalu ditegur sama penjaga pabrik, terjadilah cek Cok,”ungkap Dedi saat dikonfirmasi awak media.

Warga disebelahnya pun menambahkan jika warga tersulut emosi gara- gara pihak perusahaan menantang warga masyarakat desa metatu, “Itu perusahaan nantang warga Metatu mas, ya di luruk sama masyarakat sini (metatu), apalagi mertuanya sampai pingsan saat terjadi cekcok tersebut,” tambahnya.

terlihat pintu perusahaan dicoret coret menggunakan cat pilog oleh warga yang menghendaki perusahaan tersebut ditutup, “Pabrik ditutup warga Metatu, Bahaya”, “kos Putri”, Beberapa coretan di gerbang perusahaan.

Sayangnya pihak Perusahaan berusaha menghindari awak media ketika ingin dimintai keterangan terkait aksi protes warga tersebut.

Aksi demonstrasi yang melibatkan lebih dari 100 orang ini dimulai sore hari pukul .16.00 sampai jam 22.30 WIB dan dikawal ketat oleh jajaran Kepolisian Sektor Benjeng dan berakhir dengan surat pernyataan dari pihak perusahaan yang akan menghentikan seluruh aktivitas nya. ( rudi )

Potong Tumpeng Mewarnai Acara Tanyakuran Media Radar Jatim.co Yang Ke 2

ORBIT News //Gresik, ~ Acara Hari Ulang Tahun (Harlah) Media Onlain Radarjatim.co di kemas dengan berbagi kebahagiaan dan menyantuni puluhan anak yatim Piatu.

Acara tersebut digelar di Resto Bintang Sofa dan Cafe yang lokasi tepatnya berada di Jalan Raya Gresik No 16, Desa Banjarsari, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik. Pada 11/3/2023

Tampak Hadir Pada acara tersebut seluruh jajaran staf dan redaksi Radarjatim.co, dan wartawan dari berbagai daerah Gresik, Mojokerto, Surabaya baik Media Onlain, Cetak, Maupun TV.

Tidak hanya itu saja terlihat hadir juga perwakilan dari Polres Gresik, Perwakilan dari Pemkab Gresik, perwakilan dari Pandam.

Terpantau acara dimulai dengan Istiqosah, Dilanjut Dengan berbagi kebahagiaan dengan santunan kepada Puluhan anak yatim piatu yang ada di daerah kecamatan Cerme dan sekitarnya.

Drs. Sahar Sulur mengawali sambutan dengan mengucapkan terima kasih kepada Gubernur Jawa Timur yaitu Ibu Khofifah Indar Parawangsa. Atas Kiriman Tumpeng dan kue Ulang tahun, serta Karangan Bungannya, ini merupakan kebahagiaan yang sangat luar biasa bagi kami.

Diulang tahun yang ke dua radarjatim.co juga mendapat karangan bunga dari Kapolres Gresik, Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Timur.

Masih Sulur Panggilan Keseharian Pimpinan Redaksi Radarjatim.co juga mengucapkan atas partisipasinya dan kerjasamanya Sehingga Diperayaaan Hari Ulang Tahun Media Radarjatim.co Bisa berjalan dengan Lancar dan Sukses. maaf saya tidak bisa menyebutkan satu per satu.

“ Terima kasih atas semua partisipasinya sehingga acara ini bisa berjalan dengan sukses ” Ucapnya

Lanjut Sulur Berharap “semoga kedepannya Media Onlain Radarjatim.co akan terus exaia dalam memberikan informasi pemberitaan yang Update kepada Masyarakat, dan semoga wartawan Radarjatim.co semakin produktif untuk menghasilkan karya karya jurnalistik yang berkualitas berimbang dan bertanggung jawab.” Ujarnya.

Sebelum mengahiri sambutannya juga menyampaikan terima kasih atas Motivasi yang rekan-rekan berikan. “ Semoga media ini semakin jaya dan maju dalam pemberitaan yang akurat dan nyata sesuai dengan fakta” Tutupnya

Di Tempat yang sama Ketua Panitia HUT Radarjatim.co Mamad mengatakan alhamdulilah acara ulang tahun ini terlaksana dengan baik, dan kami juga berbagi kebahagiaan dengan memberikan santunan kepada Puluhan anak yatim piatu

“Semoga dengan santunan ini dapat meringankan beban adik-adik kita dan semoga kita semua akan selalu mendapat keberkahan dari Allah SWT” Tandasnya

Mamad juga menyampaikan walaupun acara ini digelar dengan sederhana dan tidak menyangka dihadiri oleh rekan dari berbagai media dan LSM dari berbagai wilayah. Tutup Nya

Acara ditutup dengan Do’a dan Ramah tamah dengan dihibur oleh musik Elektone.Terpantau dari awal hingga ahiracara berjalan dengan lancar.

(Fakrudin)

(Red)

Fasum Dan Sarana Perasaran Untimek Perumahan Gading Intan Belom Ada(Fiktif)

media Siber Orbit News || Gresik 09 Februari 2023 Warga Perumahan Gading Intan meminta Fasum (Fasilitas Umum) dan SPU (Sarana Perasaran Untimek) selama 6 Tahun belom juga terealisasi.

Team Investigasi yang ditemui oleh Sukenda S.H selaku Kades Mojosarirejo pada Tanggal 10 Januari 2023, sekira Pukul 10.00 Wib, membenarkan bahwa Fasum / SPU di perumahan Gading Intan selama berdirinya tidak ada, selama 3 tahun ini masih sewa di tanah desa mojosarirejo sebagai akses keluar masuk warga Perumahan Gading Intan.

“Bahkan juga memberi jalan akses bagi warga yang di sewa oleh pihak pengembang dengan nilai kontrak pertahun yang juga di setujui pihak BPD (Badan Permusyawaratan Desa) dan uang sewa lahan masuk APBDes (Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa) serta surat tembusan ke Camat Driyorejo karena kemanusiaan,” ujarnya.

Selain itu, Kades sering memberi teguran kepada pengembang agar di selesaikan secara administrasi Fasum / SPU Perumahan Gading Intan.

“Dalam kontrak tersebut pihak pengembang belom membayar selama 3 tahun hanya di bayar sebagian dari nilai kontrak, bahkan juga di tagih janji oleh BPD dan pertanggung jawaban terkait kontrak lahan TKD (Tanah Kas Desa) sebagai akses jalan keluar masuk warga Perumahan Gading Intan, dan juga memberi tau kepihak pengembang supaya pembangunan di atas tanah irigasi agar secepatnya di bongkar, ” tuturnya.

Adapun tuntutan warga yang di wakili oleh Paguyuban Perumahan Gading Intan yang belom terbentuknya RT dan RW sebagai fasilitator bagi warga.

Dalam tuntutnya ke PT. ROJO BROKO SUTO, warga minta Fasum dan SPU yang belom ada selama 6 Tahun yang sudah di huni warga hingga diakhir bulan Desember 2022 mencapai 215 KK.

“Permasalahannya Jalan utama Perumahan dulunya ada, ternyata sekarang di tutup dan terganjal ada 2 titik sawah yang belom terbayar sehingga pemilik lahan ( anak pak sampur ) melakukan pemblokiran jalan dan sebagian paving di bongkar warga pun gak bisa lewat jalan utama, begitu juga makam belom terselesaikan kepihat petani hingga saat ini,” ungkapnya.

Dalam tuntutannya, warga menjelaskan terkait jalan utama masuk perumahan, Tempat ibadah, Makam, dan tempat bermain bagi anak-anak yg selama ini selalu di janjikan oleh pihak pengembang, yang di tuangkan dalam tuntutan demo pada Tanggal 4 Januari 2023, yang di lakukan antara 200 sampai 300 warga Perumahan.

“Hingga saat belom ada pembagunan sama sekali yang di penuhi oleh pihak pengembang Uda 1bulan berjalan karna warga minta pembangunan tempat ibadah dalam 2minggu setelah demo kemarin, warga pun lebih takut kalo jalan akses keluar masuk gak di sewakan lagi,” harapannya.

Hingga sampai saat ini, pihak pengembang atau Direktur PT. ROJO BROKO SUTO, yakni Muri Hariyanto tidak bisa ditemui bahkan dikantor pemasarannya yang terletak di Jalan Raya Krikilan serta di Perumahan ataupun di telpon dan WA gak ada respon sama sekali.

Hanya saja di wakilkan oleh mandor Perumahan yang bernama Udin, pada tanggal 4 Januari 2023 sekira Pukul 14.00 Wib setelah demo kemarin dan juga membenarkan selama ini akses jalan perumahan masih sewa di tanah TKD Desa Mojosarirejo, pada tanggal 10 Januari 2023 pukul 11.30 wib di konfirmasi kembali ke kantor pemasaran hanya di temui OB katanya di kantor tiada ada karyawan ( kosong )

“Unit rumah yang sudah dibangun mencapai kurang lebih 150 sampai 200 unit,” Jelasnya.

Dalam hal ini sungguh sangat di sayangkan, dari pihak Pemkab Gresik terkait Perijinan SEPLEN Perumahan Gading Intan sejak berdirinya tahun 2016 yang belom memenuhi kewajiban 30% untuk Fasum dan SPU selama ini belom ada dan membohongi warganya dengan perjanjian awal beli rumah oleh marketing-marketing PT. ROJO BROKO SUTO hingga saat ini masih di berikan janji manis.

“Warga pun sudah melaporkan ke pihak perijinan gresik dan mendapat jawaban masih di tinjau kembali, yang perlu di pertanyaan pada waktu pengajuan dari pihak pengembang apakah tidak ada survei kelayakan seluas lahan kurang lebih 10 Hektar dari intansi Perijinan Pemkab Gresik,” pungkasnya. ( rudi/Tim)

Lima Ormas Gabungan Gruduk Kantor Kanwil Jatim,Minta Copot Oknum Kalapas,KA Rutan,KPLP. Dan KPR

Surabaya – ORBIT News

Merebaknya peredaran narkoba yang terjadi di dalam Lapas Pemuda Madiun, Lapas Kelas 1 Madiun, Lapas Mojokerto, Lapas Kediri dan Rutan Medaeng yang berada di wilayah Jawa timur, kali ini membuat gabungan ormas Madura meradang.

Hal itu dibuktikan dengan digelarnya aksi besar-besaran dari AMI, Madas, Joyosemoyo,Jawara, AKB Foundesen dan Jatim One yang digelar di depan kanwil kementerian hukum dan HAM Jawa timur dengan tuntutan copot oknum Kalapas, Karutan, KPLP dan KPR yang diduga terlibat dalam peredaran narkoba.

Aksi gabungan ormas Madura kali ini ditengarai lambannya penanganan dari pihak Kanwil Kemenkumham Jatim atas laporan berdasarkan temuan dan bukti valid yang berasal dari Lapas Pemuda Klas II A Madiun, Lapas Kelas 1 Madiun, Lapas Mojokerto, Lapas Kediri dan Rutan Medaeng yang menunjukkan foto dari WBP yang sedang menikmati narkoba.

“Kita disini sebelumnya sudah memberikan data data kepada pak Kadivpas melalui Kasi Pembinaan, tapi buktinya mana, bahkan kita sudah serahkan beberapa bukti foto yang menunjukkan bahwasanya di dalam lapas terdapat peredaran narkoba, kenapa sampai sekarang tidak ditindaklanjuti, jangan pura pura amnesia,” teriak salah satu orator saat menyampaikan aspirasinya di depan kantor kementerian hukum dan HAM (8/2).

Gabungan ormas Madura ini juga menambahkan, bahwasanya jika memang benar perintah harian Dasa Adi Brata dilaksanakan, lantas siapakah pihak yang paling bertanggung jawab jika ditemukan sebuah kesalahan yang dinilai fatal, yakni ditemukannya narkoba.

Sementara itu, ditengah-tengah aksi, pihak Kanwil Jatim melalui Kabid Pembinaan, Kabag umum, dan staf perwakilan menemui gabungan ormas Madura untuk mendengarkan dan mengapresiasi atas apa yang menjadi tuntutan mereka.

“Jadi kami sangat mengapresiasi atas apa bentuk dan kritik yang sudah diberikan dari gabungan ormas Madura, kami akan segera menindaklanjuti atas apa yang sudah terjadi pada Lapas dan Rutan, dan jika memang benar demikian, kami tidak akan segan memberikan sanksi berat terhadap yang bersangkutan bahkan akan dilakukan pemecatan,” urai Kabag Umum saat menerima perwakilan gabungan ormas Madura.

Perlu diketahui juga, bahwasanya aksi yang digelar oleh gabungan ormas Madura ini akan tetap diselenggarakan sampai Jum’at mendatang, hingga beberapa tuntutan dipenuhi.

Diantaranya adalah :

– Copot KADIVPAS Kanwil Kemenkumham Jatim

– Copot KALAPAS dan KPLP Lapas Pemuda Klas II A Madiun, Lapas Kelas 1 Madiun, Lapas Mojokerto, dan Lapas Kediri

– Copot KARUTAN dan KPR Medaeng

– Copot Oknum Inisial “D” (Staf KPR Rutan Medaeng) dan Oknum Inisial “Y” (Oknum Pejabat Rutan Medaeng)

(Team/Red)

Forkopimda Jatim Gelar Rakor Kesiapan Harlah Satu Abad NU

Redaksi

SURABAYA. ORBIT News

Acara puncak resepsi satu abad Harlah NU 2023 rencananya akan digelar non stop selama 24 jam oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Puncak Harlah satu abad NU 2023 atau hari lahir Nahdlatul Ulama ke-100 akan digelar di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, pada Selasa, 7 Februari 2023 mendatang.

Jadwal perayaan Harlah NU 2023 ini didasarkan pada kalender Hijriah berdirinya Nahdlatul Ulama yakni, 16 Rajab 1344 H.

Untuk mempersiapkan Harlah NU 2023. Forkopimda (Forum Pimpinan Daerah) Jawa Timur, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Kapolda Jatim Irjen Pol Dr. Toni Harmanto,MH, Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Farid Makruf, menggelar Rakor kesiapan pengamanan kegiatan puncak peringatan 1 Abad Harlah NU, di Gedung Rupatama, Mapolda Jawa Timur, Selasa (31/1/2023).

Dalam sambutannya, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, menyampaikan, hal – hal yang mungkin saling memberikan penguatan bagaimana terkait dengan rekayasa lalu lintas maupun pengalian arus. Karena ini akan berpengaruh pada sektor lain dan daerah lain.

“Seperti dari Malang, Surabaya, Mojokerto, Gresik maupun daerah lain,” kata Gubernur.

Arus lalu lintas pasti terganggu sehingga harus ada penjelasan tambahan, seperti beberapa radius ada Rumah Sakit. Sehingga dokter dan keluarga pasien juga harus mendapatkan penjelasan.

“Selain itu ada banyak perkantoran dan sekolah di sekitaran GOR. Akan sangat baik kalau posko posko penyekatan berbasis perkantoran dan sekolah sekolah di sekitaran GOR, karena sangat mudah evakuasi dari titik titik tertentu,” urainya.

“Saya minta Dinkes Provinsi dan Dinkes Sidoarjo, melakukan identifikasi titik terdekat yang bisa dijadikan posko kesehatan,” tambahnya.

Sementara itu Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Toni Harmanto, dalam sambutannya menjelaskan, lebih teknis lagi kami tegaskan kepada panitia akan lebih mudah nanti waktu pemberangkatan dari masing masing daerah bisa dikoordinir oleh Kepolisian.

Sehingga kata Kapolda Jatim, nanti dipastikan juga mereka akan berkumpul dimana dan siapa saja yang akan masuk ke stadion.

“Kita sudah bahas kemarin dan perlu layanan CCTV. Bahkan nanti yang datang dari luar Jatim akan koordinasi berapa banyak yang akan datang dan memastikan yang akan datang,” kata Kapolda Jatim.

Sementara untuk kecepatan ambulance, jika nanti dalam membawa masyarakat yang mungkin mengalami gangguan kesehatan butuh kendaraan yang kecil untuk bisa mengangkut mereka.

“Nantinya juga akan menyiapkan kendaraan permakanan termasuk juga air minum. Yang terpenting nanti Pak Kapolresta dan panitia bisa meninjau langsung spot spot atau titik titik yang akan dihadiri oleh masyarakat,” pungkas Kapolda Jatim.( Nur Laila)

Dukung Jurnalist,GMBI Jawa Timur Desak Dinas Terbuka Soal Ijin RHU

Redaksi :

Surabaya.ORBIT News
Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) Wilayah Teritorial Jawa Timur mengecam terjadinya kekerasan terhadap Jurnalis yang terjadi di seberang Diskotik Ibiza Club Surabaya 20 Januari lalu. Status legalitas hukum Rumah Hiburan Umum (RHU) yang dipertanyakan insan pers harus didukung demi tegaknya aturan yang ada.

Keprihatinan tersebut disampaikan Ketua GMBI Jawa Timur, Sugeng saat dihubungi detikfakta.id melalui sambungan selular, Rabu (1/2/2023). Ia bahkan kekerasan yang terjadi adalah aksi premanisme.

“Atas nama Dewan Pimpinan Wilayah Teritorial Jawa Timur, LSM GMBI menyampaikan keprihatinan yang sagat mendalam atas peristiwa yang dialami rekan-rekan wartawan pada Jumat 20 Januari lalu. Dimana dalam melakukan pekerjaan jurnalistiknya, 5 wartawan mendapatkan perlakuan kekerasan yang sangat tidak pantas. Bahkan, saya katakan ini adalah aksi premanisme,” kata Sugeng.

Ia mengingatkan semua pihak agar menghormati profesi jurnalis. Dalam menjalankan tugas jurnalistiknya, insan pers dilindungi oleh Undang-Undang No. 40 Tahun 1999 Tentang Pers. Peran penting jurnalis dalam memastikan semua aturan berjalan sesuai dengan fungsinya ada pada fungsi kontrol sosial.

“Kami faham sekali bagaimana beratnya funsi itu diemban oleh pers. Sebagaimana GMBI sebagai sebuah LSM juga mengemban tugas yang sama sebagai kontrol sosial. Hanya saja kita berjalan dalam tupoksi yang berbeda,” imbuhnya.

Karena itu, Sugeng berharap para jurnalis tidak mundur dalam menjalankan perannya. Tetap mengungkap apakah benar salah satu RHU di Surabaya tersebut mempunyai ijin operasi atau tidak.

“GMBI siap mengawal kasus ini. Mari kita berjalan beriringan untuk mengetahui kejelasannya. Apakah benar RHU tersebut seharusnya disegel atau tidak,” tegasnya.

Kepada dinas-dinas terkait, Ketua GMBI Jawa Timur ini meminta agar menjalankan peran dan fungsinya sebagai pelaksana aturan secara maksimal. Jangan sampai ada oknum yang bermain dibalik aturan. Keberadaan usaha rumah hiburan dan yang sejenis harus punya legal formal yang jelas. Agar keberadaannya memberikan kontribusi yang bagus bagi PAD yang ada di Surabaya.

“Jangan ada kongkalikong. Kalau ada oknum-oknum yang bermain, ya harus ditindak,” seru Sugeng.

Ia menambahkan, di era keterbukaan, semua harus transparan dan bersama-sama tunduk dan taat pada hukum yang berlaku. Oleh karena itu, ungkapnya, GMBI Jawa Timur akan melakukan audiensi kepada dinas-dias terkait untuk mengungkap “misteri” yang membuat jurnalis mendapatkan persekusi.

“Dinas-dinas terkait harus terbuka untuk memberikan informasi apakah ijin itu sudah ada atau tidak. Mereka punya kewajiban untuk itu dan kami selaku LSM punya hak untuk meminta informasi itu. Kalau tidak terbuka, maka masuk dalam perbuatan melawan hukum. Harus dilaporkan ke aparat penegak hukum,” ujar Sugeng.

Karena masalah perijinan salah satu THU di Surabaya tersebut telah menjadi perhatian publik dan ada 5 jurnalis yang menjadi korban persekusi, GMBI Jawa Timur mengaku akan ikut mendalami. Bahkan mendorong hingga dilakukan dengar pendapat dengan para wakil rakyat.

“GMBI siap mengawal kasus ini sampai ke dinas terkait. Bahkan GMBI siap mengawal kasus ini sampai ke hearing ke DPRD Provinsi Jawa Timur,” seru Sugeng.

Kepada GMBI tingkat distrik yang ada dibawah kepemimpinannya, Sugeng berpesan agar berkolaborasi dengan jurnalis yang ada di Jawa Timur dalam menjalankan fungsi kontrolnya. Ia juga meminta kepada pimpinan distrik kabupaten/kota se-Jawa Timur untuk memastikan agar semua RHU di Jawa Timur tidak ada yang beroperasi secara ilegal karena tak memiliki ijin.

“Karea ini adalah satu diantara 5 program utama GMBI Jawa Timur di tahun 2023 ini,” pungkasnya. (Mas)

Menhan RI Prabowo Subianto Hadiri Harlah Satu Abad NU Di Sidoarjo

Sidoarjo,ORBIT News

Ratusan ribu bahkan mungkin jutaan umat Nahdlatul Ulama (NU) memadati kawasan Stadion Delta Sidoarjo, Selasa (7/2) pagi. Hari ini adalah puncak peringatan Harlah 1 abad NU.

Mereka yang tidak tertampung untuk masuk ke Stadion Delta pun rela menggelar tikar di sepanjang jalan di sekitar area stadion.

Sidoarjo penuh sesak oleh Jamaah NU dengan adanya satu Abad Harlah NU. Kehadiran sejumlah tokoh di acara peringatan Harlah Satu Abad Nahdlatul Ulama (NU) memantik perhatian para jemaah.

Di antaranya, sambutan kepada Menteri Pertahanan Prabowo Subianto yang tiba sekitar pukul 06.00 WIB, menghadiri Harlah 1 (satu) Abad NU yang dilaksanakan di GOR Sidoarjo.

Mengenakan setelan kemeja warna putih, Prabowo diteriaki para jemaah yang mengindikasikan dukungan untuk maju di Pencalonan Presiden.

“Prabowo RI 1. Prabowo RI 1,” kata para jemaah saling bersahutan.

Menjawab teriakan para jemaah, Prabowo tampak melambaikan tangan dan tersenyum kepada para jamaah peserta Harlah,
Tak sepatah katapun disampaikan, Ketua Umum Partai Gerindra.

Prabowo tampak datang dengan dikawal ajudannya dan sejumlah fungsionaris Partai Gerindra tampak berada di rombongan berbeda di belakang Prabowo.

Setelah kehadiran Prabowo, tampak terlihat Sekjen Gerindra Ahamad Muzani, Ketua DPD Gerindra Jawa Timur Anwar Sadad dan beberapa fungsionaris partai lainnya.

Selain Prabowo, beberapa Menteri lain juga terlihat hadir.

Di antaranya, Menkopolhukam Mahfud MD, Panglima TNI, Kapolri, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Abdul Halim Iskandar, Menteri Keuangan, Sri Mulyani, dan beberapa pejabat kementrian lainnya.( Mali)

Ketua KPK Akan Hadiri FGD PWDPI Dengan Tema Pemilu Bersih Dari Korupsi Di Palembang

Palembang -ORBIT News
Fokus Group Diskusi (FGD) terkait Pelaksanaan pemilu bersih dari korupsi di Palembang Sumatera Selatan yang akan digelar pada Bulan Maret 2023 nanti bakal dihadiri berbagai pihak.

Menurut Ketua Umum Persatuan Wartawan Duta Pena Idonesia (PWDPI) Muhammad Nurullah Roni Salim, Minggu (29/01/23)di Palembang.

“ Beberapa waktu lalu DPP PWDPI sudah di hubungi secara langsung oleh pihak KPK dan dipastikan Ketua KPK Firli Bahuri akan langsung menghadiri FGD sekaligus menerima penghargaan dari PWDPI,” Kata Nurul.
Nurul menyampaikan bahwa tema yang akan diusung adalah pemilu yang bersih dari prilaku korupsi dan stop berita hoax.

“ Sedikit mengulas dalam putusannya, MA menyatakan bahwa larangan mantan narapidana kasus korupsi menjadi caleg bertentangan dengan UU Pemilu.

Eks koruptor dapat mencalonkan diri sebagai caleg dengan syarat-syarat yang ditentukan UU Pemilu, hal ini merupakan bahan diskusi disamping mencari ide dan gagasan menciptakan pemilu bersih dari korupsi,” ulas Nurul.

Sementara itu Ketua Panitia Daeng Supriyanto menambahkan bahwa FGD nanti juga akan mengulas tentang berita hoaks yang kini bahkan sudah menjadi bagian dari politik dan tidak bisa dipisahkan. Kecenderungan ini tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga di berbagai negara. Trennya relatif sama, yaitu menggunakan hoaks secara sengaja untuk memprovokasi mayoritas.

Kebiasaan masyarakat yang mudah menyebar informasi juga menjadi kendala. Dimana sebuah informasi yang sudah dikategorikan sebagai hoaks, masih terus disebarluarkan dengan modifikasi tertentu.

“ meningkatnya jumlah hoaks dengan tema politik yang berhasil diverifikasi, berpotensi mengancam kualitas pesta demokrasi. “hoaks tak hanya merusak akal sehat calon pemilih, namun juga mendelegitimasi proses penyelenggaraan pemilu, dan lebih parah lagi, mampu merusak kerukunan masyarakat yang mengarah ke disintegrasi bangsa,” ujarnya.

“Masyarakat harus memahami bahwa hoaks berbahaya bagi masa depan bangsa kita, namun itu saja tidak cukup.

Masyarakat juga harus memiliki kemampuan memilah dan memilih mana berita yang benar dan mana yang keliru, guna mengsukseskan acara itu kita sudah berkoordinasi dengan berbagai pihak diantaranya Ketua KPU Sumsel Amrah Muslim dan beberapa Ketua Parpol ” tambah Daeng. (Mashuri)

Polres Gresik Amankan Dua Penjual Miras Tak Berijin

Amankan Dua Penjual Miras, Diduga Tak Berizin

GRESIK. ORBIT News

Dalam menciptakan dan memelihara Kamtibmas di wilayah Kabupaten Gresik, Polres Gresik jajaran Polda Jatim ini rutin menggelar patroli di beberapa titik rawan gangguan Kamtibmas.

Bukan hanya itu, bersama seluruh jajaran Polsek yang ada, pihak Polres Gresik Polda Jatim bersama instansi samping juga sering menggelar Razia dengan berpola tempat dan waktu.

Kali ini, razia yang digelar oleh Polres Gresik berhasil mengamankan puluhan botol berisi minuman keras tak berizin setelah menggelar razia di beberapa tempat di wilayah Kecamatan Cerme dan di Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik.

Selain menyita barang bukti itu, Polisi juga mengamankan dua orang yang diduga menjual dan mengedarkan miras tanpa dilengkapi izin di wilayah Gresik.

Kapolres Gresik AKBP Aditya Panji Anom, S.I.K melalui Kasat Reskoba, AKP Tatak Sutrisno mengatakan razia ini digelar untuk menciptakan situasi harkamtibmas yang aman dan kondusif serta antisipasi tindak kejahatan.

“Razia dilakukan di dua tempat di Kecamatan Cerme dan Kecamatan Kebomas dengan sasaran warkop, toko kelontong dan kafe,”ujar AKP Tatak,kemarin Senin (23/1).

Kedua orang yang diamankan itu lanjut AKP Tatak adalah pria berinisial MA(60),warga Desa Cerme Kidul dan AB (35), warga Kecamatan Kebomas.

Menuru Kasat Narkoba Polres Gresik ini, kedua orang yang diamankan itu saat ini sedang menjalani proses hukum di Mapolres Gresik.

Keduanya dijerat tindak pidana ringan (Tipiring) sebagaimana dimaksud Pasal 9 Perda Kab. Gresik No 15 Tahun 2002 tentang larangan dan peredaran Minuman keras di wilayah Gresik Jo. Peraturan Presiden Republik Indonesia No. 74 tahun 2013 Jo. Peraturan Menteri Perdagangan Republik Indonesia No. 86/M.KES/PER/IV/2977 Jo. Permendag Republik Indonesia No. 11/M-DAG/PER/3/2012 tentang ketentuan pengadaan, pengedaran, penjualan, pengawasan, pengendalian minuman beralkohol.

“Pelaku dan barang bukti akan dilimpahkan kepada Sat Samapta Polres Gresik guna proses hukum lebih lanjut,” pungkasnya.

Jurnalist :Fakrudin

Terjadi Lagi..Kekerasan Teradap Lima. Wartawan Saat Liputan Di Fiskotik Ibiza

SURABAYA. ORBOT News.

Terjadi lagi kekerasan terhadap wartawan/jurnalis di kota Pahlawan. Korbannya sebanyak lima orang. Mereka diduga dianiaya di depan Diskotik Ibiza, di Jalan Simpang Dukuh, Surabaya saat melakukan peliputan, pada Jumat (20/01/2022).

Ketika itu, mereka akan meliput rencana penyegelan diskotik Ibiza yang akan dilakukan pihak pemerintah. Kelima wartawan itu adalah Firman, jurnalis Inews, Anggadia dari Beritajatim, Rofik dari LensaIndonesia, Ali Fotografer Inews, dan Didik Fotografer LKBN Antara.

Penyegelan tersebut dilakukan lantaran ada dugaan peredaran narkotika di dalamnya. Diceritakan sebelumnya, bermula dari penangkapan tersangka berinisial SLH, ditempat kosannya di wilayah Dukuh Kupang, pada 8 Januari 2023 lalu.

Menurut polisi, tersangka itu mengaku, membeli barang haram tersebut di diskotik Ibiza. Saat pengembangan, dua hari kemudian, pelaku berinisial IK pun diamankan di salah satu apartemen di Kota Pahlawan Surabaya.

Dari penjelasan Kasat Narkoba Polrestabes Surabaya AKBP Daniel Marunduri, tersangka mengaku berjualan narkotika jenis ineks itu di diskotik Ibiza.

Karena itulah pihak pemerintah mulai Satpol PP, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jatim dan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jatim, mendatangi diskotik tersebut. Mereka berencana akan menyegel tempat Rekreasi Hiburan Malam (RHU) itu.

Mengetahui ada rencana tersebut, kelima wartawan tadi mendatangi diskotik Ibiza. Lokasi hiburan malam itu di sebuah gedung di lantai lima. Tetapi, mereka tidak masuk ke dalamnya.

Mereka sambil menunggu duduk di warung di depan gedung tersebut. Seorang pria tak dikenal datang untuk meminta agar kelima wartawan tadi untuk mendatangi seseorang bernama Wahyu. Hanya saja, kelima wartawan menolak untuk naik.

Mereka hanya berniat menunggu tiga organisasi perangkat daerah (OPD) tadi. “Kami rencana hanya mau doorstop. Mau menanyakan apa yang dilakukan di dalam,” kata Rofik (21/01/2023).

Tiba-tiba, seorang perempuan dengan perkataan menghina dan ditujukan kepada awak media. Semua perkataannya merendahkan kelima jurnalis tadi. Karena kondisi tersebut, mereka memutuskan untuk pindah tempat. Masuk ke loby gedung itu.

Kemudian Rekan Rofik sempat kembali ke warung, berniat mengajak rekan Didik yang sejak awal tidak ikut pindah. Sesampainya rekan Rofik di warung, perkataan menghina kembali dilontarkan perempuan yang tak diketahui namanya.

Bahkan lebih kasar. Sampai mengeluarkan kata-kata menyebut beberapa nama binatang.

“Malah dia telepon suaminya. Membalikkan semua fakta yang terjadi. Perempuan itu bilang saya yang menghina dia, saya tegaskan tidak ada seperti itu,” terang Rofik.

Beberapa saat kemudian, sekelompok orang datang. Tidak mengetahui berapa jumlah mereka pastinya, sekitar puluhan orang. Namun, yang memukul Rofik hanya sekitar empat orang. “Mereka mukul area telinga, mencakar area leher, pipi, lengan, sikut hingga menendang kaki. Parahnya mereka juga sempat mukulkan kursi kepada saya,” jelasnya.

Melihat Rofik mengalami kejadian itu, rekan Didik sempat mengeluarkan kameranya. Ia sempat mengabadikan beberapa momen. Hanya saja, beberapa orang langsung mengintimidasi Didik. Meminta agar memasukkan kameranya, yang pada saat itu juga Didik mendapat kekerasan dari mereka.

Bahkan, beberapa orang itu sempat menghadiahkan bogeman kepada Didik. Sedang rekan Angga dan dua rekannya yang sedari tadi di loby gedung tersebut langsung mendatangi keributan itu. Berniat melerai. Lagi-lagi, rekan jurnalis Angga juga mendapat intimidasi.

Mereka semua memutuskan untuk pergi. Hanya saja, motor Angga dan Rofik ditahan oleh kelompok tersebut. Mereka pun, langsung mendatangi Polrestabes Surabaya. Melaporkan kejadian tersebut ke SPKT.

“Laporan polisinya sudah keluar. Setelah itu, kami diminta polisi untuk visum. Kami langsung berangkat ke RS Bhayangkara,” bebernya (21/01/2023).

Kepala Satuan Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Mirzal Maulana saat dikonfirmasi wartawan membenarkan kabar pelaporan tersebut. Mereka (lima wartawan) telah didampingi oleh Resmob.

“Nah ini kan tadi mereka menginformasikan, sedang laporan di Polrestabes saya minta didampingi Resmob,” ucapnya kepada wartawan saat dikonfirmasi paska 5 wartawan berada di SPKT.

Ketua UmumKomunitas Jurnalis Jawa Timur (KJJT) Ade.S Maulana menyampaikan, jika dirinya sudah berkomunikasi ke lima rekan wartawan/jurnalis yang menjadi korban keganasan sekelompok orang.

“Kami mempertanyakan satu persatu kondisi rekan-rekan jurnalis usai mendapat kekerasan oleh sekelompok yang diduga pihak Ibiza. Ke limanya saya hubungi lewat seluler,” katanya (21/01/2023).

Atas kejadian itu, Ade mengajak rekan-rekan jurnalis untuk kompak dan bersatu. Tidak hanya itu, Ade juga menghimbau agar lebih berhati-hati saat melakukan peliputan.

“Karena keselamatan jurnalis dilapangan tidak ada yang menjamin, meski dalam undang-undang tertulis pekerja pers dilindungi oleh undang-undang. Maka, satu sama lain rekan seprofesi saling menjalin komunikasi yang baik,” seru Ade.

Ditambahkan oleh Ade, berdasarkan surat tanda bukti lapor polisi nomor : TBL / B /89 /I /2023 /SPKT/Polrestabes Surabaya/Polda Jatim, yang diterima 5 rekan wartawan usai melapor Polrestabes Surabaya, menambah panjang daftar kekerasan terhadap pers, belum seminggu rekan jurnalis Edi Supriadi wartawan Jombang juga mendapat kekerasan fisik.

Oleh karena itu Ade meminta kepada pihak kepolisian, Kapolda Jatim dan Kapolrestabes Surabaya untuk memberantas segala aksi kekerasan atau premanisme di Jawa timur, khususnya pelanggaran pasal pidana nomor : 90, Tahun 1999 Tentang Pers.

“Meski keselamatan kami dilapangan tidak ada yang menjamin saat melakukan peliputan. Setidaknya beri rasa nyaman dan aman untuk kami yang menyandang sebagai profesi jurnalis.

8″Seperti masyarakat pada umumnya, berantas aksi main hakim sendiri. Tangkap mereka dan adili, kami menolak aksi kekerasan, kami menolak aksi premanisme dan main hakim sendiri. Kami juga ingin mengajak semua pihak tidak melakukan intimidasi terhadap pekerja pers. Kami juga bekerja atas nama undang-undang,” tutup Ade. ( Red )