Ratusan ribu bahkan mungkin jutaan umat Nahdlatul Ulama (NU) memadati kawasan Stadion Delta Sidoarjo, Selasa (7/2) pagi. Hari ini adalah puncak peringatan Harlah 1 abad NU.
Mereka yang tidak tertampung untuk masuk ke Stadion Delta pun rela menggelar tikar di sepanjang jalan di sekitar area stadion.
Sidoarjo penuh sesak oleh Jamaah NU dengan adanya satu Abad Harlah NU. Kehadiran sejumlah tokoh di acara peringatan Harlah Satu Abad Nahdlatul Ulama (NU) memantik perhatian para jemaah.
Di antaranya, sambutan kepada Menteri Pertahanan Prabowo Subianto yang tiba sekitar pukul 06.00 WIB, menghadiri Harlah 1 (satu) Abad NU yang dilaksanakan di GOR Sidoarjo.
Mengenakan setelan kemeja warna putih, Prabowo diteriaki para jemaah yang mengindikasikan dukungan untuk maju di Pencalonan Presiden.
“Prabowo RI 1. Prabowo RI 1,” kata para jemaah saling bersahutan.
Menjawab teriakan para jemaah, Prabowo tampak melambaikan tangan dan tersenyum kepada para jamaah peserta Harlah, Tak sepatah katapun disampaikan, Ketua Umum Partai Gerindra.
Prabowo tampak datang dengan dikawal ajudannya dan sejumlah fungsionaris Partai Gerindra tampak berada di rombongan berbeda di belakang Prabowo.
Setelah kehadiran Prabowo, tampak terlihat Sekjen Gerindra Ahamad Muzani, Ketua DPD Gerindra Jawa Timur Anwar Sadad dan beberapa fungsionaris partai lainnya.
Selain Prabowo, beberapa Menteri lain juga terlihat hadir.
Di antaranya, Menkopolhukam Mahfud MD, Panglima TNI, Kapolri, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Abdul Halim Iskandar, Menteri Keuangan, Sri Mulyani, dan beberapa pejabat kementrian lainnya.( Mali)
Palembang -ORBIT News Fokus Group Diskusi (FGD) terkait Pelaksanaan pemilu bersih dari korupsi di Palembang Sumatera Selatan yang akan digelar pada Bulan Maret 2023 nanti bakal dihadiri berbagai pihak.
Menurut Ketua Umum Persatuan Wartawan Duta Pena Idonesia (PWDPI) Muhammad Nurullah Roni Salim, Minggu (29/01/23)di Palembang.
“ Beberapa waktu lalu DPP PWDPI sudah di hubungi secara langsung oleh pihak KPK dan dipastikan Ketua KPK Firli Bahuri akan langsung menghadiri FGD sekaligus menerima penghargaan dari PWDPI,” Kata Nurul. Nurul menyampaikan bahwa tema yang akan diusung adalah pemilu yang bersih dari prilaku korupsi dan stop berita hoax.
“ Sedikit mengulas dalam putusannya, MA menyatakan bahwa larangan mantan narapidana kasus korupsi menjadi caleg bertentangan dengan UU Pemilu.
Eks koruptor dapat mencalonkan diri sebagai caleg dengan syarat-syarat yang ditentukan UU Pemilu, hal ini merupakan bahan diskusi disamping mencari ide dan gagasan menciptakan pemilu bersih dari korupsi,” ulas Nurul.
Sementara itu Ketua Panitia Daeng Supriyanto menambahkan bahwa FGD nanti juga akan mengulas tentang berita hoaks yang kini bahkan sudah menjadi bagian dari politik dan tidak bisa dipisahkan. Kecenderungan ini tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga di berbagai negara. Trennya relatif sama, yaitu menggunakan hoaks secara sengaja untuk memprovokasi mayoritas.
Kebiasaan masyarakat yang mudah menyebar informasi juga menjadi kendala. Dimana sebuah informasi yang sudah dikategorikan sebagai hoaks, masih terus disebarluarkan dengan modifikasi tertentu.
“ meningkatnya jumlah hoaks dengan tema politik yang berhasil diverifikasi, berpotensi mengancam kualitas pesta demokrasi. “hoaks tak hanya merusak akal sehat calon pemilih, namun juga mendelegitimasi proses penyelenggaraan pemilu, dan lebih parah lagi, mampu merusak kerukunan masyarakat yang mengarah ke disintegrasi bangsa,” ujarnya.
“Masyarakat harus memahami bahwa hoaks berbahaya bagi masa depan bangsa kita, namun itu saja tidak cukup.
Masyarakat juga harus memiliki kemampuan memilah dan memilih mana berita yang benar dan mana yang keliru, guna mengsukseskan acara itu kita sudah berkoordinasi dengan berbagai pihak diantaranya Ketua KPU Sumsel Amrah Muslim dan beberapa Ketua Parpol ” tambah Daeng. (Mashuri)
Dalam menciptakan dan memelihara Kamtibmas di wilayah Kabupaten Gresik, Polres Gresik jajaran Polda Jatim ini rutin menggelar patroli di beberapa titik rawan gangguan Kamtibmas.
Bukan hanya itu, bersama seluruh jajaran Polsek yang ada, pihak Polres Gresik Polda Jatim bersama instansi samping juga sering menggelar Razia dengan berpola tempat dan waktu.
Kali ini, razia yang digelar oleh Polres Gresik berhasil mengamankan puluhan botol berisi minuman keras tak berizin setelah menggelar razia di beberapa tempat di wilayah Kecamatan Cerme dan di Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik.
Selain menyita barang bukti itu, Polisi juga mengamankan dua orang yang diduga menjual dan mengedarkan miras tanpa dilengkapi izin di wilayah Gresik.
Kapolres Gresik AKBP Aditya Panji Anom, S.I.K melalui Kasat Reskoba, AKP Tatak Sutrisno mengatakan razia ini digelar untuk menciptakan situasi harkamtibmas yang aman dan kondusif serta antisipasi tindak kejahatan.
“Razia dilakukan di dua tempat di Kecamatan Cerme dan Kecamatan Kebomas dengan sasaran warkop, toko kelontong dan kafe,”ujar AKP Tatak,kemarin Senin (23/1).
Kedua orang yang diamankan itu lanjut AKP Tatak adalah pria berinisial MA(60),warga Desa Cerme Kidul dan AB (35), warga Kecamatan Kebomas.
Menuru Kasat Narkoba Polres Gresik ini, kedua orang yang diamankan itu saat ini sedang menjalani proses hukum di Mapolres Gresik.
Keduanya dijerat tindak pidana ringan (Tipiring) sebagaimana dimaksud Pasal 9 Perda Kab. Gresik No 15 Tahun 2002 tentang larangan dan peredaran Minuman keras di wilayah Gresik Jo. Peraturan Presiden Republik Indonesia No. 74 tahun 2013 Jo. Peraturan Menteri Perdagangan Republik Indonesia No. 86/M.KES/PER/IV/2977 Jo. Permendag Republik Indonesia No. 11/M-DAG/PER/3/2012 tentang ketentuan pengadaan, pengedaran, penjualan, pengawasan, pengendalian minuman beralkohol.
“Pelaku dan barang bukti akan dilimpahkan kepada Sat Samapta Polres Gresik guna proses hukum lebih lanjut,” pungkasnya.
Terjadi lagi kekerasan terhadap wartawan/jurnalis di kota Pahlawan. Korbannya sebanyak lima orang. Mereka diduga dianiaya di depan Diskotik Ibiza, di Jalan Simpang Dukuh, Surabaya saat melakukan peliputan, pada Jumat (20/01/2022).
Ketika itu, mereka akan meliput rencana penyegelan diskotik Ibiza yang akan dilakukan pihak pemerintah. Kelima wartawan itu adalah Firman, jurnalis Inews, Anggadia dari Beritajatim, Rofik dari LensaIndonesia, Ali Fotografer Inews, dan Didik Fotografer LKBN Antara.
Penyegelan tersebut dilakukan lantaran ada dugaan peredaran narkotika di dalamnya. Diceritakan sebelumnya, bermula dari penangkapan tersangka berinisial SLH, ditempat kosannya di wilayah Dukuh Kupang, pada 8 Januari 2023 lalu.
Menurut polisi, tersangka itu mengaku, membeli barang haram tersebut di diskotik Ibiza. Saat pengembangan, dua hari kemudian, pelaku berinisial IK pun diamankan di salah satu apartemen di Kota Pahlawan Surabaya.
Dari penjelasan Kasat Narkoba Polrestabes Surabaya AKBP Daniel Marunduri, tersangka mengaku berjualan narkotika jenis ineks itu di diskotik Ibiza.
Karena itulah pihak pemerintah mulai Satpol PP, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jatim dan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jatim, mendatangi diskotik tersebut. Mereka berencana akan menyegel tempat Rekreasi Hiburan Malam (RHU) itu.
Mengetahui ada rencana tersebut, kelima wartawan tadi mendatangi diskotik Ibiza. Lokasi hiburan malam itu di sebuah gedung di lantai lima. Tetapi, mereka tidak masuk ke dalamnya.
Mereka sambil menunggu duduk di warung di depan gedung tersebut. Seorang pria tak dikenal datang untuk meminta agar kelima wartawan tadi untuk mendatangi seseorang bernama Wahyu. Hanya saja, kelima wartawan menolak untuk naik.
Mereka hanya berniat menunggu tiga organisasi perangkat daerah (OPD) tadi. “Kami rencana hanya mau doorstop. Mau menanyakan apa yang dilakukan di dalam,” kata Rofik (21/01/2023).
Tiba-tiba, seorang perempuan dengan perkataan menghina dan ditujukan kepada awak media. Semua perkataannya merendahkan kelima jurnalis tadi. Karena kondisi tersebut, mereka memutuskan untuk pindah tempat. Masuk ke loby gedung itu.
Kemudian Rekan Rofik sempat kembali ke warung, berniat mengajak rekan Didik yang sejak awal tidak ikut pindah. Sesampainya rekan Rofik di warung, perkataan menghina kembali dilontarkan perempuan yang tak diketahui namanya.
Bahkan lebih kasar. Sampai mengeluarkan kata-kata menyebut beberapa nama binatang.
“Malah dia telepon suaminya. Membalikkan semua fakta yang terjadi. Perempuan itu bilang saya yang menghina dia, saya tegaskan tidak ada seperti itu,” terang Rofik.
Beberapa saat kemudian, sekelompok orang datang. Tidak mengetahui berapa jumlah mereka pastinya, sekitar puluhan orang. Namun, yang memukul Rofik hanya sekitar empat orang. “Mereka mukul area telinga, mencakar area leher, pipi, lengan, sikut hingga menendang kaki. Parahnya mereka juga sempat mukulkan kursi kepada saya,” jelasnya.
Melihat Rofik mengalami kejadian itu, rekan Didik sempat mengeluarkan kameranya. Ia sempat mengabadikan beberapa momen. Hanya saja, beberapa orang langsung mengintimidasi Didik. Meminta agar memasukkan kameranya, yang pada saat itu juga Didik mendapat kekerasan dari mereka.
Bahkan, beberapa orang itu sempat menghadiahkan bogeman kepada Didik. Sedang rekan Angga dan dua rekannya yang sedari tadi di loby gedung tersebut langsung mendatangi keributan itu. Berniat melerai. Lagi-lagi, rekan jurnalis Angga juga mendapat intimidasi.
Mereka semua memutuskan untuk pergi. Hanya saja, motor Angga dan Rofik ditahan oleh kelompok tersebut. Mereka pun, langsung mendatangi Polrestabes Surabaya. Melaporkan kejadian tersebut ke SPKT.
“Laporan polisinya sudah keluar. Setelah itu, kami diminta polisi untuk visum. Kami langsung berangkat ke RS Bhayangkara,” bebernya (21/01/2023).
Kepala Satuan Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Mirzal Maulana saat dikonfirmasi wartawan membenarkan kabar pelaporan tersebut. Mereka (lima wartawan) telah didampingi oleh Resmob.
“Nah ini kan tadi mereka menginformasikan, sedang laporan di Polrestabes saya minta didampingi Resmob,” ucapnya kepada wartawan saat dikonfirmasi paska 5 wartawan berada di SPKT.
Ketua UmumKomunitas Jurnalis Jawa Timur (KJJT) Ade.S Maulana menyampaikan, jika dirinya sudah berkomunikasi ke lima rekan wartawan/jurnalis yang menjadi korban keganasan sekelompok orang.
“Kami mempertanyakan satu persatu kondisi rekan-rekan jurnalis usai mendapat kekerasan oleh sekelompok yang diduga pihak Ibiza. Ke limanya saya hubungi lewat seluler,” katanya (21/01/2023).
Atas kejadian itu, Ade mengajak rekan-rekan jurnalis untuk kompak dan bersatu. Tidak hanya itu, Ade juga menghimbau agar lebih berhati-hati saat melakukan peliputan.
“Karena keselamatan jurnalis dilapangan tidak ada yang menjamin, meski dalam undang-undang tertulis pekerja pers dilindungi oleh undang-undang. Maka, satu sama lain rekan seprofesi saling menjalin komunikasi yang baik,” seru Ade.
Ditambahkan oleh Ade, berdasarkan surat tanda bukti lapor polisi nomor : TBL / B /89 /I /2023 /SPKT/Polrestabes Surabaya/Polda Jatim, yang diterima 5 rekan wartawan usai melapor Polrestabes Surabaya, menambah panjang daftar kekerasan terhadap pers, belum seminggu rekan jurnalis Edi Supriadi wartawan Jombang juga mendapat kekerasan fisik.
Oleh karena itu Ade meminta kepada pihak kepolisian, Kapolda Jatim dan Kapolrestabes Surabaya untuk memberantas segala aksi kekerasan atau premanisme di Jawa timur, khususnya pelanggaran pasal pidana nomor : 90, Tahun 1999 Tentang Pers.
“Meski keselamatan kami dilapangan tidak ada yang menjamin saat melakukan peliputan. Setidaknya beri rasa nyaman dan aman untuk kami yang menyandang sebagai profesi jurnalis.
8″Seperti masyarakat pada umumnya, berantas aksi main hakim sendiri. Tangkap mereka dan adili, kami menolak aksi kekerasan, kami menolak aksi premanisme dan main hakim sendiri. Kami juga ingin mengajak semua pihak tidak melakukan intimidasi terhadap pekerja pers. Kami juga bekerja atas nama undang-undang,” tutup Ade. ( Red )